Skip to main content

Posts

“Dakwah sunnah dan kemudahan akses internet”

Chapter 6 “Dakwah sunnah dan kemudahan akses internet” Dulu internet sangat sulit diakses. Dulu belum banyak provider yang menyediakan layanan internet, kalau pun ada biayanya cukup mahal dan baru sebatas diakses di PC. Kini, di saat generasi milenial muncul, era internet semakin membuat orang melek informasi, dan akses internet sudah tidak lagi melulu di PC, melainkan di ponsel mobile. Di saat yang bersamaan, saat ponsel mobile hadir dengan harga yang semakin terjangkau, layanan internet oleh operator telekomunikasi terus memberikan tarif yang cukup bersahabat bagi konsumen. Hal ini semakin memuluskan penyebaran informasi kepada khalayak luas. Sebagian masyarakat yang haus akan ilmu agama Islam, salah satunya mengandalkan internet untuk browsing maupun mengakses YouTube. Ya, kira-kira dalam waktu beberapa tahun terakhir ini, akrab di telinga para pencari ilmu, ustadz-ustadz yang mendakwahkan sunnah. Mungkin ada salah persepsi, julukan dakwah sunnah sebetulnya bukanlah pr...

"Perumpamaan sederhana”

Chapter 5 “Perumpamaan sederhana” Pernah dengar kata emas murni, susu murni? Dan kata lainnya yang bisa dipadukan dengan kata murni. Kata murni memang bisa melekat pada apapun kata bendanya. Ketika kata murni disandingkan dengan kata benda, berarti ia menjadi objek yang bisa dimaknai sesuatu yang utuh, bersih dan sesuai dengan asalnya. Murni berarti tidak pernah tercampur atau terkontaminasi dengan zat apapun juga. Murni juga tidak tercemar bahan apapun, sehingga ia bisa sangat disukai, seperti susu murni itu tadi, misalnya. Susu murni, jelas khasiatnya bagi tubuh, 100 persen ia menyehatkan, dan bermanfaat bagi tubuh. Sedangkan bila susu itu tercemari dengan zat lain, ia menjadi beda rasa, boleh jadi bukannya menyehatkan, malah berpotensi menimbulkan penyakit. Secara akal, apakah kita lebih memilih susu murni yang utuh segar atau susu yang sudah tercampuri dengan zat lain, yang kita tidak tahu apakah zat itu berbahaya atau justru mematikan bagi peminumnya? Pilih susu mu...

“Bahaya taklid buta”

Chapter 4 “Bahaya taklid buta” Setelah kita tahu bahwa berilmu penting sebelum beramal, maka kemudian kita perlu juga mengetahui bahayanya taklid buta. Apa sih yang dimaksud dengan taklid? Kalau kita melihat Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), taklid artinya “ keyakinan atau kepercayaan kepada suatu paham (pendapat) ahli hukum yang sudah-sudah tanpa mengetahui dasar atau alasannya; peniruan; ”. Di mana letak bahayanya? Kan selama ini bahkan sudah bertahun-tahun dikerjakan? Aman-aman saja tuh? Mungkin pertanyaan itu yang bisa muncul di benak kita. Ketahuilah kawan, saat ini mungkin tidak banyak yang memperhatikan agamanya sendiri (agama Islam). Jangankan bersikap kritis atau menelusuri mengapa ibadah ini disyariatkan, sebagian mungkin tidak peduli yang penting hanya gugur kewajiban. Ibadah hanya sekedar mengikuti kata orang dan meniru orang banyak. Tidak ada waktu untuk menuntut ilmu, sibuk dengan urusan duniawi, kurangnya ketaatan atau bahkan meremehkan ibadah-ibadah waj...

“Berilmu dulu sebelum beramal”

Chapter 3 “Berilmu dulu sebelum beramal” Pentingnya kita menuntut ilmu agama agar kita mengetahui bahwa landasan kita beribadah atau beramal ialah berdasarkan Alquran dan Sunnah. Menuntut ilmu disertai keikhlasan dan hanya mengharapkan ridha Allah Subhanahu wa ta’ala. Sebab, berapa banyak orang-orang yang melakukan suatu amalan atau ibadah, tetapi belum mengetahui ilmunya atau bahkan tidak mengikuti seperti yang Rasulullah ajarkan. Mungkin juga, kita mengerjakan suatu ibadah yang kita anggap betul dengan hanya melihat orang lain, menirunya atau ikut-ikutan kebanyakan orang. Kritis perlu bukan berarti kita menjadi kaku ketika berinteraksi, melainkan menjaga ibadah-ibadah kita sendiri karena siapa lagi kalau bukan kita yang bertanggungjawab terhadap amalan-amalan kita? Maka dari itu, yuk kita belajar ilmu agama yang benar. Contoh pada saat wudhu, sudahkah kita berwudhu dengan betul sesuai cara Rasulullah? Sudahkah kita shalat mengikuti gerakan yang dicontohkan Nabi Muhammad S...

“Ibadah wajib sudah biasa”

Chapter 2 “Ibadah wajib sudah biasa” Dulu mungkin orangtua kita selalu getol menyuruh kita untuk mengerjakan ibadah shalat wajib. Rasanya, kalau sudah mengerjakan ibadah wajib kita sudah tenang, aman dari bawelnya orangtua. Beruntunglah anak ini, yang orangtuanya masih memperhatikan tentang ibadah kepada anaknya, sebagai salah satu cara untuk mendidik mereka. Mungkin anak-anak, ya seusia SMP, SMA, lagi semangat-semangatnya bergaul dan bermain, di samping kesibukannya belajar di sekolah. Boleh jadi godaan permainan dan pergaulan dengan kawan-kawannya itu, membuatnya sulit untuk khusyuk dalam ibadah. Meskipun demikian, tergantung dengan siapa anak-anak itu bergaul dan berada di lingkungan seperti apa, sehingga dapat mempengaruhi kebiasaan-kebiasaannya. Maka orangtua harus terus memberikan perhatian dan mengawasi mereka. Pada usia tingkat inilah, doktrin tidak langsung tentang mengerjakan hanya ibadah yang wajib saja, kemudian rasanya bebas dan puas bermain dalam dunianya. ...

“Manusia tercipta untuk beribadah”

Chapter 1 “Manusia tercipta untuk beribadah” Kalimat yang sudah tidak asing lagi di telinga dan penulis yakin sudah banyak yang tahu dan paham bahwa manusia tercipta untuk beribadah kepada Allah. Dari kecil juga sudah diajari bagaimana praktek ibadah, shalat, puasa, zakat dan lain-lain. Seorang anak bisa meniru orangtuanya ketika shalat. Anak kecil yang biasa dibawa orangtuanya ke masjid pasti tahu bagaimana praktek shalat, gerakannya, doanya hingga cara berdoa kepada Allah. Bila anak dididik dengan baik oleh orangtuanya, perlahan tapi pasti ia tumbuh di lingkungan yang mengenal siapa Tuhannya. Bila sedari kecil diperlihatkan kebaikan demi kebaikan dan diajari misalkan cara shalat, mengaji dan sebagainya, maka ia tumbuh di lingkungan Islami yang mengokohkan imannya bahkan hingga ia menginjak remaja hingga dewasa. Nah ini pentingnya, mencari suami untuk perempuan atau istri buat laki-laki yang sudah mengerti agama dengan baik. Kalau nahkoda atau pilotnya paham keluarga mau d...

Mukadimah

Bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang diberikan untuk kita semua. Rasa syukur tersebut dirasakan oleh hamba yang menyadari bahwa dirinya tercipta untuk beribadah kepada Allah. Buat yang masih muda, yang tua dan masih ABG atau mungkin lansia, tidak ada kata terlambat untuk bertaubat, selama ajal belum menjemput. Sebab, tidak ada yang tahu kapan malaikat maut akan mencabut nyawa kita bukan? Kalau kata peribahasa, “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama”. Yuk, kita mencoba melakukan apa yang kita bisa, apa yang kita mampu untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain. Tulisan kali ini ditujukan khususnya untuk kaum muslimin di seluruh dunia, Alhamdulillah kalau sampai mancanegara. Semakin jauh jangkauan, karena sekarang juga zamannya internet, maka mudah-mudahan mendatangkan berkah buat penulis dan kita semua. Penulis masih terus belajar, bukan siapa-siapa, hanya ingin sekedar berbagi informasi. Buk...