Skip to main content

Posts

Sebuah Pesan

Tahun lalu merupakan masa yang telah berlalu. Namun tak memupuskan memori sebuah manuver perilaku untuk menjatuhkan hati seorang srikandi, walau kemudian tak tampak mekar bunga meski tunas sang rasa muncul merona. Bukan sebuah puisi patah hati, karena sudah bukan dimensinya lagi menangisi sesuatu yang telah lampau. Episode hidup yang akan membuat kita semakin tegar dan mendewasa. Saat kebisuan lebih sering hinggap dibanding cengkerama. Ah sudahlah, memang perlu dibuat ruang khusus bagi cerita usang agar tidak lagi menjelma menghantui, mengganggu dan mungkin mengikhlaskannya adalah lebih menenangkan. Sesungguhnya yang ingin disampaikan ialah sebuah pesan, kepada seluruh masyarakat sebangsa setanah air, khususnya kepada muda-mudi, laki-laki atau perempuan yang sedang dalam fase jenjang menapaki level kehidupan berikutnya, pernikahan. Buat para jomblo, yang katanya jomblo itu pilihan, bukan nasib (bener juga sih), tetaplah berpegang teguh pada prinsip. Jomblo di sini maksudnya i...

Yang Mendatangkan Cinta

Fenomena yang bisa terjadi di masyarakat, di tengah-tengah kalangan muda-mudi yang mencari calon pasangan hidup. Manusia disebut sebagai zoon politicon, makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, membutuhkan partner yang saling membantu, saling menopang dan saling menemani satu sama lain. Penulis tidak menampik bahwa rasa ketertarikan itu bisa muncul dari mata turun ke hati, atau melalui beragam jalan yang lain. Boleh jadi juga, sebelum maupun sesudah pernikahan itu terjadi. Dan, dari 7 miliar manusia di muka Bumi, barangkali ada yang memutuskan pada akhirnya menikah dengan seseorang walau tanpa ada rasa ketertarikan, ada walau sedikit atau memang telah ada dan terpupuk sekian lama. Dari perspektif laki-laki, bisa saja berpikir bahwa kaumnya yang bakal melakukan perannya untuk mencari, menyatakan dan kemudian menikahi. Tapi dari sisi perempuan, tentu ada pertimbangan apakah menerima atau menolak kehadiran seorang laki-laki. Eits, jangan salah kalau perempuan juga harusnya bisa m...

Let's Read Al-Quran!

Tengoklah ke sekitar kita, sebuah peradaban manusia dengan segala urusan, bisnis, ambisi dan ketenaran. Dunia yang begitu kita membuka mata, langit masih sama biru, gunung masih sama tinggi dan matahari masih sama menerangi. Manusia dengan segala lika-likunya, mimpinya, egonya dan kebutuhannya. Pernahkah kita berpikir, apakah dunia ini tercipta begitu saja? Untuk dapat menjelaskannya, ada pendekatan sains yang terbatas sejauh kemampuan akal manusia. Bila sudah mentok melalui akal, mungkin sebagian dari manusia bertanya, adakah sesuatu yang maha dahsyat, yang menciptakan seluruh alam semesta? Kita akui ada banyak agama di dunia ini. Benar kiranya bahwa seluruh agama mengajarkan kebaikan. Beberapa agama yang ada saat ini juga memiliki kitab suci masing-masing. Kalau kita sepakat agama mengajarkan kebaikan, dan kita sepakat kitab suci memberikan informasi mengenai fakta (bukan kabar bohong atau karangan manusia), maka kita bisa tengok isi kitab suci tersebut. Hanya satu a...

Gamang

Sekelumit pikiran yang terus menggelombang, menantang diri untuk tetap berprasangka baik dengan siapapun, termasuk kepada Sang Maha Melihat. Entah apakah ini hanya perasaan sempit seorang laki-laki bujang atau ruang berpikir terbatas bagi jiwa yang sepi. Ketahuilah, zaman semakin edan, yang buruk dianggap benar, yang benar masih dapat dipelintir dicari kesalahan, yang yakin digoda supaya ragu dan yang ragu semakin terjebak dalam lubang keraguannya. Kian dicari, semakin sulit dikejar, saat diam tak berbuat apapun, tanda kebodohan yang seharusnya tidak dilakukan. Gamang, bila masih tersesat dalam kebimbangan, belum menemukan tolok ukur yang menjurus pada kemantapan. Mungkin, saat kumbang bertemu bunga, betapa mudahnya ia terbang, betapa gampangnya ia hinggap dan berlabuh di sana. Perkara yang tampak sederhana, mungkin di situlah jodohnya. Kalau pun ada hambatan kecil, hal itu tak menyurutkan kumbang untuk tetap berjuang. Tolok ukur kemantapan bagi kumbang kala itu, karena ia siap...

Perempuan & Fitnah Akhir Zaman

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyentil, tetapi cukup dicermati saja. Tidak bermaksud menyudutkan kaum tertentu, namun barangkali bisa menjadi bahan renungan. Mengapa judulnya perempuan dan fitnah akhir zaman? Berangkat dari realitas yang terjadi, di mana perempuan memegang peranan penting dalam kehidupan. Wkwkwk, serius bgt bahasanye. Slow lah.. jangan kaya artikel di media mainstream yang kaku, bikin jadi ringan aja, hehehe.. So, balik lagi ke judul, wanita dan fitnah akhir zaman. Terdengar seperti dua variabel berbeda yang barangkali bisa berkaitan satu sama lain. Kenapa perempuan? Kenapa akhir zaman? Oke, pertama, seperti dikatakan sebelumnya, perempuan memegang peranan penting dalam kehidupan. Pernah dengar mitos kecantikan Cleopatra yang meluluhkan pemimpin Romawi Julius Caesar dan Mark Antony? (tahu karena nge-google, hehe). Dan masih banyak kisah-kisah lainnya yang berkaitan dengan pesona perempuan. Perempuan, yang diciptakan dengan keindahan sanggup mengubah ...

Bikin Aquascape, Nyok!

Siapa yang enggak kenal Aquascape? salah satu hobi yang bisa digemari oleh pecinta hewan, khususnya yang suka miara ikan. Eh, tapi aquascape ini sebetulnya lebih fokus kepada tanaman yang bisa hidup di air. Kali ini penulis mau coba memperkenalkan, menjelaskan langkah-langkah cara membuatnya dan berbagi tips untuk menciptakan aquascape yang kece. Tentunya, dalam membuat aquascape ini, perlu meluangkan waktu, gali informasi atau ilmu, kesabaran, juga kesiapan budget pengeluaran. Kenapa sih aquascape? ya, mungkin ini bisa menjadi salah satu aktivitas positif, penghias ruangan dan keindahannya bisa dinikmati oleh siapapun yang melihatnya. Bisa juga untuk ngilangin stres karena kerjaan di kantor. *eh Buat pemula seperti penulis, bikin aquascape yang sederhana saja sudah cukup puas & menghibur, hehehe.. Pertama-tama, yang perlu disiapin saat bikin aquascape ialah, menentukan seperti apa desainnya terlebih dahulu. Tahap ini sudah termasuk menentukan besar atau kecilnya kaca...

Dilema

Kecantikan bukan semata-mata keindahan fisik, tetapi juga akhlak yang harus berbanding lurus. Katanya, ada lebih dari tujuh miliar manusia di muka Bumi, yang mana sebagian besar, mungkin diisi oleh kaum perempuan. Ada sedikit sesuatu yang mengganjal dalam benak, tentang hakekat ketertarikan dan miliaran jumlah perempuan tersebut. Buat laki-laki, boleh jadi rasa ketertarikan pada satu lawan jenis itu sebagai 'bookmark' yang membuat cenderung kepadanya ketimbang yang lain. Seorang teman berkata, "ibarat api lilin yang selalu menghadap ke atas, kalau ditiup dari kiri, maka api lilin itu sesaat bergerak mengikuti kemana hembusan angin. Kemudian, menghadap ke atas lagi,". Inilah hakekat ketertarikan tersebut, seperti mengunci, menanda, condong dan terus konsisten. Permasalahannya, tidak semua orang berani langsung ujug-ujug melakukan pendekatan dan menyatakan perasaannya. Ada adab-adab yang perlu diperhatikan, soal waktu dan kesiapan. Sebagian merasa siap, teta...