Skip to main content

Posts

Kerumitan yang Takkan Pernah Terjawabkan

Tertuai sebuah hasil dari apa yang dikerjakan selama beberapa waktu tertentu. Perjalanan waktu seolah memberi jawaban-jawaban kecil untuk mimpi-mimpi yang besar. Entah di mana letak afeksi, yang sejatinya bisa mencuat untuk mengindahkan idealisme konvensional. Sebuah penabrakan paradigma membenturkan cara pandang dari dua insan manusia yang berbeda. Saya sungguh tak mengerti bagaimana menyatukan dua kepala yang memiliki gagasan dan pendirian yang berbeda. Oh ya, selain kepala yang berbeda, hati manusia yang dinamispun juga berbeda antara satu dengan yang lainnya. Semakin rumit dan runyam, entah di mana belum ditemukan juga solusi serta jalan tengah yang mampu menyamankan sebuah upaya menuju puncak dari perencanaan besar. Saya sedih sekaligus bersyukur, banyak peristiwa yang mengonstruksi hati dan pikiran. Mulai dari kegagalan merajut dan membina hubungan dengan beda jenis, yang menempa diri untuk membentuk keyakinan bahwa kelak Allah SWT akan pertemukan sosok yang bisa mengerti ...

Membangun Peradaban

Serentetan kalimat terukir dan terurai. Mulanya tentu tak saling kenal, entah angin apa yang kemudian menghantarkan dua individu untuk dapat bertemu. Teruntuk yang tak pernah lelah menanti. Tidak akan pernah tercapai mimpi tanpa upaya pengejaran. Saling tersiksa sepi adalah keniscayaan yang pernah sama-sama dialami. Karena pada hakekatnya, apa yang dimaksud dengan "belahan jiwa" seperti yang sering dikatakan mereka ialah sesuatu yang telah ada dan ditetapkan. Oleh karenanya, frase yang tepat ialah bukan mencari, akan tetapi menemukan. Barangkali sebenarnya yang ingin ditemukan telah terlihat dan dekat, namun ia takkan dapat diketemukan apabila masih dalam pergelutan pencarian. Pencarian tanpa dimantapkan dengan keikhlasan menerima apa adanya inilah yang pada akhirnya membuat seseorang sulit untuk menemukan. Sama-sama memiliki mimpi, kelak pertalian suci itu akan membawa dua insan manusia lebih mandiri. Kokohnya ikatan resmi itu membuat yang tadinya sendiri menjadi ku...

Guru Paling Berharga

Masa lalu membentuk, mengonstruksi, membangun keyakinan fundamental yang kemudian mampu menyadarkan. Dari masa lalu yang suramlah, menyadarkan menuju arah perbaikan. Masa lalu selalu menjadi guru yang paling berharga. Disadari atau tidak, tampaknya ketulusan selalu menjadi sebuah hal yang "mahal". Pada kenyataannya, analogi dalam hal ketertarikan-sosial pada beda jenis ialah hampir persis seperti perdagangan, ada jual dan beli. Ada yang selalu diuntungkan dan ada yang menguntungkan. Meskipun paramater keadilan atau keseimbangan dalam hal memberi atau diberi tersebut rasanya tak pernah berlaku di dunia afeksi semacam itu. Dan, bagaimana mungkin dapat selalu memberi tanpa bermaksud menuntut, bagaimana mungkin dapat selalu menerima, padahal hati tak seirama dengan keinginan nyata. Masa lalu selalu menjadi pelajaran. Kini masa lalu sukses mengonstruksi pikiran dan pola berpikir. Terima kasih pada masa lalu yang menyadarkan, betapa pada akhirnya logika atau akal lebih mam...

Selamat Datang 'Kawan Hitam'

Musik bisa jadi selingan untuk menyalurkan energi positip sekaligus hobi sebagai bentuk hiburan sederhana. Dari sekian jenis alat musik, ternyata ada satu alat musik yang paling menarik, tak bisa disepelekan, dan yang sebelumnya terlihat biasa saja, menjadi luar biasa ketika sudah mencobanya. Bermula dari kumpul bersama teman. Tak perlu muluk menjadi populer dan kemudian terkenal, kami yang ketika itu masih duduk di bangku SMA, memiliki keinginan untuk bisa tampil di acara perpisahan sekolah. Posisi instrumen musik apapun bisa diembat, namun ada satu alat musik yang memang tak banyak yang bisa memainkannya. Berbekal otodidak, logika ketak-ketuk dan menempatkan diri di posisi tersebut lantaran seorang teman yang tak lagi bergabung dalam grup di posisi alat musik pukul tersebut, maka drum menjadi alat musik yang pernah dicicipi beberapa kali di kurang dari 1 dekade lalu. Drum, alat musik pukul yang memerlukan stamina ekstra ini sempat dijajal dan kami tampil bersama di panggung perpi...

Tablet Android Termurah Tanpa Mengabaikan Kualitas

Lagi, berita yang sudah terlanjur dibuat, meskipun hanya berupa siaran pers, artikel tersebut tak jadi bertengger di daftar index berita yang ditampilkan. Tak mengapa, daripada dibuang sayang, informasipun masih dirasa hangat. Bukan bermaksud mengiklan, tetapi memang tampaknya perangkat gadget yang satu ini bisa menjadi pilihan. Pertimbangan dari segi harga serta fitur memang menjadi poin utama untuk mendapatkan perangkat tablet yang cukup berkualitas dengan banderol harga terjangkau. Berikut artikel "dibuang sayang" tersebut: Acer Sasar Posisi 3 Besar di Pasar Tablet Indonesia JAKARTA - Acer berupaya mewujudkan targetnya untuk menduduki posisi tiga besar di pasar komputer genggam Tanah Air, dengan meluncurkan tablet untuk kalangan pengguna pemula. Mengusung banderol yang diklaim terjangkau, di bawah Rp2 juta, tablet Acer Iconia B1 siap bersaing dengan brand tablet lokal maupun internasional lainnya. Melalui siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (31/1/2013), A...

Banjirkan Hati dengan Mengingat-Nya

Fenomena banjir musiman yang melanda ibu kota jakarta memang persoalan yang tak kunjung usai. Pelik, siapapun gubernurnya tampaknya tidak akan mampu 100 persen menghentikan fenomena musiman ini. Bukan pesimis, tetapi kondisi alam maupun lingkungan yang memang mendukung kemunculan "tamu periodik" tersebut di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kalau pun kota yang dikenal dengan sebutan Batavia itu bisa dibenahi secara serius dan menyeluruh, paling tidak banjir atau debit air berlebih yang melanda dapat dikurangi. Tragis, seperti yang tergambar di foto yang diabadikan pada 17 Januari 2013 di terowongan dekat stasiun Manggarai. Namun rasanya kurang tepat bila menilai foto tersebut adalah potret "ceria" yang dialami seluruh warga Jakarta. Meskipun memang, terlihat wajah gembira ria beberapa anak yang tampak senang bermain air di sekitar genangan banjir tersebut. Fenomena langka ini memperlihatkan beberapa anak bersuka cita bercengkrama tawa dengan genangan air di t...

Kehilangan Jejak

Seperti kehilangan jejak mengenai sosok "sambil lalu" yang ditemui di salah satu bank swasta di ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bila menelisik lebih dalam, yang ditemui hanya sedikit rasa sesal yang mengarah kepada kata "mengapa?" membuatnya berlalu begitu saja. Ada awal pertemuan, pastilah ada akhir dari perjumpaan. Meski tak sampai 60 menit berada di dalam area pelayanan customer service di salah satu institusi perbankan swasta dalam negeri, namun dampak "terngiangnya" masih berlanjut hingga menginjak satu tahun. Seketika itu media sosial diharapkan bisa mengambil peranan penting dalam upaya komunikasi jarak jauh. Tanpa harus mengetahui berapa nomor kontaknya, browsing di google dengan memasukkan nama panjangnya diharap mampu menemukan secercah informasi mengenai individu yang bersangkutan. Akan tetapi, tak jua ditemukan sang penawar rasa penasaran itu. Satu-satunya cara yang bisa dianggap nekat ialah, bertanya langsung kepada sala...