Skip to main content

Menanti Peran

Ada kepenatan yang tidak akan terhenti. Saat jiwa raga masih optimal untuk terus berkarya dan bekerja. Dan, sebuah dahaga tidak akan pernah terhapus, kecuali bila seseorang telah menikah atau berkeluarga.

Berat memikul kehidupan seorang diri. Kuasa-Nya menciptakan fitrah bagi manusia untuk hidup berpasang-pasangan. Bukan hanya untuk urusan kebutuhan biologis sebagai makhluk hidup, tetapi hal yang lebih besar, sebagai partner yang membawa nasib hingga akherat kelak.

Masih bujangan pusingnya juga terasa saat mengatur keuangan. Meskipun bebas membelanjakan harta untuk membeli barang, namun tetap harus dalam koridor hemat. Apalagi bila kelak sudah memiliki kewajiban menafkahi. Butuh perencanaan anggaran yang lebih terstruktur.

Mungkin Anda juga merasakan, perbedaan saat sudah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri dengan masih berstatus pelajar, yang masih meminta uang pada orangtua. Kedewasaan pula yang mematangkan konsep diri dan mempengaruhi sudut pandang Anda dalam hal cinta atau menjalin hubungan asmara.

Masa remaja itu, boleh dikatakan sebagai masa Anda mengenali apa itu cinta. Pandai sembarangan menempatkan hati pada seseorang, lihai mencuri waktu dan menciptakan peluang untuk menarik perhatian lawan jenis.

Setidaknya itu yang saya perhatikan satu dekade silam. Hampir sebagian besar remaja tidak akan berpikir cinta itu akan dibawanya, pada detik itu juga sampai pernikahan.

Yang mereka rasakan hanya dunia mereka sendiri yang masih berupa pencarian, pendalaman dan pengenalan terhadap rasa ketertarikan itu sendiri. Memang terlihat rumit, kompleks dan penuh kegalauan.

Semakin bertambah umur, semakin keras dunia dihadapi, semakin banyak belajar mengenai kehidupan dan berjuang untuk menunjang penghidupan, maka akan ada kewajiban yang harus dilakukan. Tidak boleh diam begitu saja.

Sudut pandang pengertian cinta bagi pribadi matang sesungguhnya lebih sederhana, melihat jangka panjang sebagai satu titik fokus dan sempurna mengeyampingkan egoisme semata. Akan ada peran Anda sebagai suami atau istri.

Semakin matang, maka semakin mengerti dan mendalami peran tersebut dengan sebaiknya tingkah laku, ucapan dan akhlak. Tidak perlu memaksa bahwa si A atau si B yang kekeuh harus dijadikan pasangan hidup. Prinsipnya Aku, Kamu dan masa depan keluarga.

Maka, menikah menjadi momentum meleburnya segala hal yang berkaitan dengan cara pandang, penerimaan kelebihan dan kekurangan masing-masing dan konsisten mendalami peran yang terbentuk sesuai fitrahnya.

Bila pemahaman dan pengaplikasian dari peran ini sudah dijalani dengan sebaiknya. Niscaya perasaan cinta itu akan terus tumbuh dan saling menguatkan. Usia pernikahan insya Allah bisa langgeng apabila pasangan saling mengerti dan menjalani peran serta tugasnya dengan sebaiknya.

*****

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Balik Nama atau Ubah Nama Sepeda Motor

Balik nama motor itu penting, karena daripada capek-capek bolak-balik pinjem KTP asli pemilik motor lama, maka balik nama bisa memudahkan kita untuk bayar pajak pakai KTP sendiri. Selain itu, dari sisi psikologis juga, motor kesayangan itu sudah benar-benar 100 persen milik kita (perasaannya sih gitu), jadi lebih enak aja. Sebelumnya penulis belum tahu sama sekali dengan proses balik nama. Ya, karena ini baru pertama kali. Seharusnya balik nama itu enggak lama setelah Anda membeli kendaraan, jadi kalau entar-entaran lama-lama jadi males, eh tau-tau sudah kelewat dari jatuh tempo pajak motor tahunan. Terus kena denda deh. Tp sebaiknya memang satu bulan sebelum jatuh tempo pajak motor udah disiapin dan segera cabcus cari waktu ke kantor Samsat. Oh ya, di sini penulis ingin berbagi cerita nyata proses balik nama kendaraan motor. Sebelum berangkat, ada baiknya Anda cari-cari informasi melalui teman, saudara, atau cari di internet bagaimana proses balik nama kendaraan motor. Rupanya...

Pengalaman mengurus balik nama motor, pajak tahunan dan ganti kaleng (plat) di Samsat Kelapa Dua Tangerang

Sebagai warna negara yang baik, tentu kita perlu untuk memenuhi apa yang diharuskan bagi setiap pemilik kendaraan bermotor, yakni membayar pajak. Oleh karena kini sudah berdomisili di Kabupaten Tangerang, tepatnya di wilayah kecamatan Curug, maka Anda yang beralamat di wilayah tersebut bisa mengurus seperti balik nama kendaraan bermotor, pajak tahunan dan ganti kaleng alias plat di Samsat Induk Kelapa Dua Tangerang. Penulis mengalami sendiri, karena berdomisili di Curug, maka tidak dapat mengurus seperti balik nama ranmor, dan lain-lain di Samsat Tangerang (Cikokol). Yang beralamat di Curug diarahkan untuk mengurus ke Samsat Kelapa Dua Tangerang. Perlu diperhatikan kalau Anda mengetikkan kata kunci di Google "Samsat Kelapa Dua Tangerang", maka hasil pencarian teratas akan menunjukkan "Gerai Samsat Kelapa Dua". Kalau Anda ingin cek fisik, mengurus balik nama hingga ganti kaleng secara mandiri (ngurus sendiri), maka di gerai tersebut tampaknya tidak bisa m...

Belum Nemuin Grup Band Aliran Jepang-Rock yang Sekeren Ini di Indonesia

Satu ungkapan untuk band yang satu ini, "luar biasa". Mulai suka lagu J-rocks itu tepatnya waktu penulis masih di kelas 2 SMA. Enggak tahu kenapa lagu-lagu yang diciptain Iman dan kawan-kawan memiliki cerita yang kurang lebih serupa dengan yang dialami saat itu. Bukan maksud curhat, tapi itu kenyataan. Kebetulannya lagi, di album pertamanya, hampir semua bercerita tentang kisah-kisah perpisahan. Sampai hari ini, lagu-lagunya lagi-lagi bertema yang sama dengan mungkin apa yang dirasa saat ini. Uniknya, dan ini yang pembeda dengan musisi Tanah Air lainnya, J-Rocks sukses mengambil jalur 'ekslusif' yang tidak semua band di Indonesia yang tenar ambil jalur itu, yaitu masuk ke genre musik Japanase Rock alias J-rock. Dengan tema musik yang dibesut J-rocks ini, uniknya lagi, lagu-lagu 'sedih' bisa dibikin jadi asyik, tempo cepat, dan lagu bertema happy dikemas agak nge-jazz yang nyaman didengar. J-rocks sekali lagi, 'Out of The Box'! dan sangat skillful....