Skip to main content

Urusan yang Tidak Pernah Kelar

Habis selesai urusan yang satu, manusia pasti dihadapkan dengan urusan lain. Dahulu sewaktu masih menjadi mahasiswa, hal yang perlu dipikirikan ialah bagaimana agar bisa lulus tepat waktu. Kemudian memikirkan di mana akan bekerja.

Usai lulus dan bersyukur bisa bekerja, muncul opsi untuk pindah tempat kerja, atau lompat profesi atau meneruskan jenjang S2. Habis bekerja juga akan terpikir, kapan menikah, kapan berkeluarga, kapan ini dan kapan itu. Seolah tidak ada akhir dari sebuah perkara.

Yang seringkali terlupa ialah tujuan semata-mata untuk ibadah kepada Allah. Terkadang sibuk bekerja menjadikan seseorang lalai. Lupa, yang dipusingkan hanya bagaimana mencari 'zona nyaman' dan jarang mengingat esensi dari sebuah pekerjaan.

Tidak ada pekerjaan 100 persen menyenangkan, tetapi tidak selamanya pekerjaan itu membuat kebetahan. Yang perlu dihindari ialah, jangan sampai pekerjaan didasari atas keterpaksaan.

Jadi tukang sayur juga tetap berkah bila tujuannya untuk ibadah. Begitu juga jadi pembantu rumah tangga, atau pekerjaan yang tidak perlu sampai menempuh studi tinggi lainnya. Jadi dokter, bila niatnya ibadah sebagai 'media' diturunkannya kesembuhan atas pasien oleh-Nya, juga sama baiknya.

Pekerjaan wartawan juga demikian mulia. Karena menginformasikan kabar, baik itu yang mengenakan maupun tidak mengenakan bagi individu atau kelompok. Urusan bosan menjalani profesi tertentu, hanya soal waktu. Bisa rasa bosan itu lenyap dengan sendirinya, atau membunuh bosan dengan mengganti jenis pekerjaan yang lain.

*****

(Foto: Edaway)

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Balik Nama atau Ubah Nama Sepeda Motor

Balik nama motor itu penting, karena daripada capek-capek bolak-balik pinjem KTP asli pemilik motor lama, maka balik nama bisa memudahkan kita untuk bayar pajak pakai KTP sendiri. Selain itu, dari sisi psikologis juga, motor kesayangan itu sudah benar-benar 100 persen milik kita (perasaannya sih gitu), jadi lebih enak aja. Sebelumnya penulis belum tahu sama sekali dengan proses balik nama. Ya, karena ini baru pertama kali. Seharusnya balik nama itu enggak lama setelah Anda membeli kendaraan, jadi kalau entar-entaran lama-lama jadi males, eh tau-tau sudah kelewat dari jatuh tempo pajak motor tahunan. Terus kena denda deh. Tp sebaiknya memang satu bulan sebelum jatuh tempo pajak motor udah disiapin dan segera cabcus cari waktu ke kantor Samsat. Oh ya, di sini penulis ingin berbagi cerita nyata proses balik nama kendaraan motor. Sebelum berangkat, ada baiknya Anda cari-cari informasi melalui teman, saudara, atau cari di internet bagaimana proses balik nama kendaraan motor. Rupanya...

Pengalaman mengurus balik nama motor, pajak tahunan dan ganti kaleng (plat) di Samsat Kelapa Dua Tangerang

Sebagai warna negara yang baik, tentu kita perlu untuk memenuhi apa yang diharuskan bagi setiap pemilik kendaraan bermotor, yakni membayar pajak. Oleh karena kini sudah berdomisili di Kabupaten Tangerang, tepatnya di wilayah kecamatan Curug, maka Anda yang beralamat di wilayah tersebut bisa mengurus seperti balik nama kendaraan bermotor, pajak tahunan dan ganti kaleng alias plat di Samsat Induk Kelapa Dua Tangerang. Penulis mengalami sendiri, karena berdomisili di Curug, maka tidak dapat mengurus seperti balik nama ranmor, dan lain-lain di Samsat Tangerang (Cikokol). Yang beralamat di Curug diarahkan untuk mengurus ke Samsat Kelapa Dua Tangerang. Perlu diperhatikan kalau Anda mengetikkan kata kunci di Google "Samsat Kelapa Dua Tangerang", maka hasil pencarian teratas akan menunjukkan "Gerai Samsat Kelapa Dua". Kalau Anda ingin cek fisik, mengurus balik nama hingga ganti kaleng secara mandiri (ngurus sendiri), maka di gerai tersebut tampaknya tidak bisa m...

Belum Nemuin Grup Band Aliran Jepang-Rock yang Sekeren Ini di Indonesia

Satu ungkapan untuk band yang satu ini, "luar biasa". Mulai suka lagu J-rocks itu tepatnya waktu penulis masih di kelas 2 SMA. Enggak tahu kenapa lagu-lagu yang diciptain Iman dan kawan-kawan memiliki cerita yang kurang lebih serupa dengan yang dialami saat itu. Bukan maksud curhat, tapi itu kenyataan. Kebetulannya lagi, di album pertamanya, hampir semua bercerita tentang kisah-kisah perpisahan. Sampai hari ini, lagu-lagunya lagi-lagi bertema yang sama dengan mungkin apa yang dirasa saat ini. Uniknya, dan ini yang pembeda dengan musisi Tanah Air lainnya, J-Rocks sukses mengambil jalur 'ekslusif' yang tidak semua band di Indonesia yang tenar ambil jalur itu, yaitu masuk ke genre musik Japanase Rock alias J-rock. Dengan tema musik yang dibesut J-rocks ini, uniknya lagi, lagu-lagu 'sedih' bisa dibikin jadi asyik, tempo cepat, dan lagu bertema happy dikemas agak nge-jazz yang nyaman didengar. J-rocks sekali lagi, 'Out of The Box'! dan sangat skillful....