Skip to main content

'Jelas' Itu Sudah Menjelaskan

Lihat yang katanya media besar, yang promosinya gencar namun sebagian besar dari para 'pendekar'nya berkoar. Mungkin karena kesejahteraan yang agak 'terlantar' dibandingkan media tetangga lainnya yang juga besar.

Mereka menyaksikan ada hak yang seolah 'dirampas', permainan 'lempar perintah terima upah' tampaknya sudah beberapa kali terjadi. Anak buah bukan orang-orang tak pintar yang tidak tahu menahu praktek kotor oleh kaum superior.

Bisa jadi alasan minimnya gaji yang diperoleh, tetapi mereka pun sama-sama 'kurang'. Akan tetapi, mereka terkadang terus dibombardir dengan kerjaan yang ekstra melelahkan. Tak jarang juga instruksi atau arahan kepada anak buah, seringkali 'tak mendasar'.

Alasan kedangkalan kompetensi sebenarnya bisa diatasi dengan mau belajar. Karena mau tidak mau seorang yang katanya pemimpin harus tahu dan mengerti hal-hal yang menyangkut bidang yang diampunya. Bukan malah melimpahkan pekerjaan itu pada orang lain, yang juga memiliki tugas atau pekerjaannya masing-masing.

Sungguh, barangkali bukan karena uang gaji yang minim di perusahaan raksasa media tersebut. Namun, lebih dikarenakan 'muak' melihat segala hal yang berbau 'orientasi rekening', 'orientasi kepentingan' dan 'orientasi jalan-jalan ke luar negeri'.

Maka, tak aneh silih berganti punggawa di dalamnya dan tak perlu lagi menanyakan alasan mereka untuk 'keluar'. Semuanya telah jelas dan 'jelas' yang diraup itu sudah sempurna menjelaskan.

Mungkin, keseimbangan memang diperlukan antara hak pendapatan dengan sejumlah besar energi yang dikeluarkan. Bila tidak seimbang, maka akan ada pilihan untuk mencari tempat lain yang lebih menjanjikan.

Menghindari percekcokan argumen mungkin lebih baik ketimbang beradu pandangan dengan orang yang mengaku sudah berpengalaman di profesi sebagai 'pemburu informasi'. Tabiat pada umumnya, bos selalu tidak ingin dianggap salah dan seolah selalu merasa benar.

Sudah saatnya berintrospeksi di kubu masing-masing. Bila tidak, maka akan semakin keruh atmosfer sosial antara bawahan dengan atasan dan bisa semakin cepat mereka yang menjadi korban untuk memproklamirkan 'kelulusan'.

Jangan pernah membenci manusia, bencilah kelakuannya, bukan orangnya.

*****

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Balik Nama atau Ubah Nama Sepeda Motor

Balik nama motor itu penting, karena daripada capek-capek bolak-balik pinjem KTP asli pemilik motor lama, maka balik nama bisa memudahkan kita untuk bayar pajak pakai KTP sendiri. Selain itu, dari sisi psikologis juga, motor kesayangan itu sudah benar-benar 100 persen milik kita (perasaannya sih gitu), jadi lebih enak aja. Sebelumnya penulis belum tahu sama sekali dengan proses balik nama. Ya, karena ini baru pertama kali. Seharusnya balik nama itu enggak lama setelah Anda membeli kendaraan, jadi kalau entar-entaran lama-lama jadi males, eh tau-tau sudah kelewat dari jatuh tempo pajak motor tahunan. Terus kena denda deh. Tp sebaiknya memang satu bulan sebelum jatuh tempo pajak motor udah disiapin dan segera cabcus cari waktu ke kantor Samsat. Oh ya, di sini penulis ingin berbagi cerita nyata proses balik nama kendaraan motor. Sebelum berangkat, ada baiknya Anda cari-cari informasi melalui teman, saudara, atau cari di internet bagaimana proses balik nama kendaraan motor. Rupanya...

Pengalaman mengurus balik nama motor, pajak tahunan dan ganti kaleng (plat) di Samsat Kelapa Dua Tangerang

Sebagai warna negara yang baik, tentu kita perlu untuk memenuhi apa yang diharuskan bagi setiap pemilik kendaraan bermotor, yakni membayar pajak. Oleh karena kini sudah berdomisili di Kabupaten Tangerang, tepatnya di wilayah kecamatan Curug, maka Anda yang beralamat di wilayah tersebut bisa mengurus seperti balik nama kendaraan bermotor, pajak tahunan dan ganti kaleng alias plat di Samsat Induk Kelapa Dua Tangerang. Penulis mengalami sendiri, karena berdomisili di Curug, maka tidak dapat mengurus seperti balik nama ranmor, dan lain-lain di Samsat Tangerang (Cikokol). Yang beralamat di Curug diarahkan untuk mengurus ke Samsat Kelapa Dua Tangerang. Perlu diperhatikan kalau Anda mengetikkan kata kunci di Google "Samsat Kelapa Dua Tangerang", maka hasil pencarian teratas akan menunjukkan "Gerai Samsat Kelapa Dua". Kalau Anda ingin cek fisik, mengurus balik nama hingga ganti kaleng secara mandiri (ngurus sendiri), maka di gerai tersebut tampaknya tidak bisa m...

Belum Nemuin Grup Band Aliran Jepang-Rock yang Sekeren Ini di Indonesia

Satu ungkapan untuk band yang satu ini, "luar biasa". Mulai suka lagu J-rocks itu tepatnya waktu penulis masih di kelas 2 SMA. Enggak tahu kenapa lagu-lagu yang diciptain Iman dan kawan-kawan memiliki cerita yang kurang lebih serupa dengan yang dialami saat itu. Bukan maksud curhat, tapi itu kenyataan. Kebetulannya lagi, di album pertamanya, hampir semua bercerita tentang kisah-kisah perpisahan. Sampai hari ini, lagu-lagunya lagi-lagi bertema yang sama dengan mungkin apa yang dirasa saat ini. Uniknya, dan ini yang pembeda dengan musisi Tanah Air lainnya, J-Rocks sukses mengambil jalur 'ekslusif' yang tidak semua band di Indonesia yang tenar ambil jalur itu, yaitu masuk ke genre musik Japanase Rock alias J-rock. Dengan tema musik yang dibesut J-rocks ini, uniknya lagi, lagu-lagu 'sedih' bisa dibikin jadi asyik, tempo cepat, dan lagu bertema happy dikemas agak nge-jazz yang nyaman didengar. J-rocks sekali lagi, 'Out of The Box'! dan sangat skillful....