Skip to main content

Lebih Baik Disini, Rumah Kita Sendiri (Bagian II)

Tampaknya tak pernah berhenti seseorang hilir mudik antara kampung negara sendiri dengan bepergian ke negara asing. Maka tak sedikit seseorang yang ingin membuat paspor serta VISA untuk bisa melakukan perjalanan ke luar negeri.

Betapa ramai dikunjungi kantor imigrasi setiap hari, hanya untuk mendapatkan tanda bukti bahwa si pemilik memiliki izin untuk melancong ke negara lain. Mulai dari urusan bisnis, sampai jalan-jalan ke negara asing.

Khusus untuk mendapatkan VISA, memang tidak mudah. Persyaratan yang harus dikumpulkan juga cukup menjlimet, mulai dari fotokopi KTP, KK serta pas foto ukuran tertentu. "Liciknya", duit mesti keluar dulu untuk pelunasan permohonan VISA. Nah loh, ketika telah sampai di hari H wawancara, ternyata masih 50:50, alias belum tentu diterima.

Na'asnya, kalau sudah wawancara tetapi gagal, duit pendaftaran sekira Rp1 jutaan bisa melayang percuma. Akan tetapi, yang perlu diingat adalah, guna mengantisipasi kemungkinan kegagalan, mesti dipikirkan perihal segala persiapan yang mesti dilakukan.

Persiapan ini, baik dari tingkat kesanggupan diri, kemapanan, serta purpose, social look & identity (bikin istilah sendiri deh). Mulai dari kesanggupan diri, tentu pemohon VISA sudah menghitung berapa besar duit yang bakal dikeluarkan atau siapa yang akan membiayai perjalanan dan biaya hidup di negara yang bersangkutan, apakah diongkosin oleh perusahaan atau mandiri.

Segi kemapanan, mungkin Anda akan ditanya bekerja di mana, berapa lama, berapa gaji Anda dan tinggal dengan siapa? Penulis ketika itu mengalami sendiri ketika mengajukan permohonan VISA USA, seperti dalam judul "Lebih Baik Disini, Rumah Kita Sendiri" bagian I.

Sebaiknya jangan main-main dengan pembuatan VISA ke negara paman Sam ini, karena memang dikenal ketat. Untuk foto saja, berukuran 5x5cm (2 lembar) dan itu foto harus valid (yaiyalah) dengan background putih, baju gak boleh ikut-ikutan putih. Sebaiknya jangan coba-coba cetak foto untuk VISA USA dari hasil editan sotosop, entah itu dengan mengubah warna background atau yang lainnya, natural saja dengan foto hasil studio foto yang telah berpengalaman dan menerima foto VISA(sebaiknya).

Untuk purpose, social look & identity, ini harus jelas, tujuan Anda kemana? mau ngapain? di mana alamat wilayah Amerika Serikat yang Anda singgahi? Selain itu, social look menandakan Anda harus mampu meyakinkan, secara social apakah ada ikatan keluarga (mungkin punya saudara atau kerabat di sana) atau ikatan dinas? serta sebaiknya mampu berbahasa Inggris, agar penilaian "look" ini bisa semakin meyakinkan.

Untuk identity, ini akan ditanya seputar pengalaman Anda, apakah pernah berkunjung ke negara yang bersangkutan atau tidak? apakah VISA Anda pernah ditolak atau belum? biasanya ini harus diisi juga pada formulir pengajuan VISA. Lalu, bila Anda wartawan, tunjukkan bukti bahwa Anda adalah wartawan resmi atau bukti bahwa Anda bekerja di instansi maupun perusahaan.

Ada beberapa jenis VISA, yang penulis dengar, salah satunya VISA khusus wartawan, ada pula yang busines & travel. Masing-masing konon memiliki butir persyaratan pengajuan yang berbeda. Oh ya, perihal nama, kabarnya, semenjak Barack Obama memimpin, ada keterbukaan dalam arti "pengetatan" pengajuan VISA, agak lebih "longgar" ketimbang pasca insiden 11 September 2001. Jadi, tak ada masalah untuk nama-nama yang identik dengan muslim atau muslimah.

Selamat mencoba mengajukan VISA USA (kalau mau dan mampu itu juga).

*****

(Foto: Bikin Sendiri Pakai Paint)

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Balik Nama atau Ubah Nama Sepeda Motor

Balik nama motor itu penting, karena daripada capek-capek bolak-balik pinjem KTP asli pemilik motor lama, maka balik nama bisa memudahkan kita untuk bayar pajak pakai KTP sendiri. Selain itu, dari sisi psikologis juga, motor kesayangan itu sudah benar-benar 100 persen milik kita (perasaannya sih gitu), jadi lebih enak aja. Sebelumnya penulis belum tahu sama sekali dengan proses balik nama. Ya, karena ini baru pertama kali. Seharusnya balik nama itu enggak lama setelah Anda membeli kendaraan, jadi kalau entar-entaran lama-lama jadi males, eh tau-tau sudah kelewat dari jatuh tempo pajak motor tahunan. Terus kena denda deh. Tp sebaiknya memang satu bulan sebelum jatuh tempo pajak motor udah disiapin dan segera cabcus cari waktu ke kantor Samsat. Oh ya, di sini penulis ingin berbagi cerita nyata proses balik nama kendaraan motor. Sebelum berangkat, ada baiknya Anda cari-cari informasi melalui teman, saudara, atau cari di internet bagaimana proses balik nama kendaraan motor. Rupanya...

Pengalaman mengurus balik nama motor, pajak tahunan dan ganti kaleng (plat) di Samsat Kelapa Dua Tangerang

Sebagai warna negara yang baik, tentu kita perlu untuk memenuhi apa yang diharuskan bagi setiap pemilik kendaraan bermotor, yakni membayar pajak. Oleh karena kini sudah berdomisili di Kabupaten Tangerang, tepatnya di wilayah kecamatan Curug, maka Anda yang beralamat di wilayah tersebut bisa mengurus seperti balik nama kendaraan bermotor, pajak tahunan dan ganti kaleng alias plat di Samsat Induk Kelapa Dua Tangerang. Penulis mengalami sendiri, karena berdomisili di Curug, maka tidak dapat mengurus seperti balik nama ranmor, dan lain-lain di Samsat Tangerang (Cikokol). Yang beralamat di Curug diarahkan untuk mengurus ke Samsat Kelapa Dua Tangerang. Perlu diperhatikan kalau Anda mengetikkan kata kunci di Google "Samsat Kelapa Dua Tangerang", maka hasil pencarian teratas akan menunjukkan "Gerai Samsat Kelapa Dua". Kalau Anda ingin cek fisik, mengurus balik nama hingga ganti kaleng secara mandiri (ngurus sendiri), maka di gerai tersebut tampaknya tidak bisa m...

Belum Nemuin Grup Band Aliran Jepang-Rock yang Sekeren Ini di Indonesia

Satu ungkapan untuk band yang satu ini, "luar biasa". Mulai suka lagu J-rocks itu tepatnya waktu penulis masih di kelas 2 SMA. Enggak tahu kenapa lagu-lagu yang diciptain Iman dan kawan-kawan memiliki cerita yang kurang lebih serupa dengan yang dialami saat itu. Bukan maksud curhat, tapi itu kenyataan. Kebetulannya lagi, di album pertamanya, hampir semua bercerita tentang kisah-kisah perpisahan. Sampai hari ini, lagu-lagunya lagi-lagi bertema yang sama dengan mungkin apa yang dirasa saat ini. Uniknya, dan ini yang pembeda dengan musisi Tanah Air lainnya, J-Rocks sukses mengambil jalur 'ekslusif' yang tidak semua band di Indonesia yang tenar ambil jalur itu, yaitu masuk ke genre musik Japanase Rock alias J-rock. Dengan tema musik yang dibesut J-rocks ini, uniknya lagi, lagu-lagu 'sedih' bisa dibikin jadi asyik, tempo cepat, dan lagu bertema happy dikemas agak nge-jazz yang nyaman didengar. J-rocks sekali lagi, 'Out of The Box'! dan sangat skillful....